Dampak baik
Sebelum budaya hindu masuk, di Indonesia telah berkembang kepercayaan
yang berupa pemujaan terhadap roh nenek moyang. Kepercayaan itu bersifat
Animisme dan Dinamisme. Animisme merupakan satu kepercayaan terhadap roh atau jiwa
sedangkanDinamisme merupakan satu kepercayaan bahwa setiap benda memiliki
kekuatan gaib.
Dengan
masuknya kebudayaan India, penduduk Nusantara secara berangsur-angsur memeluk
agama Hindu, diawali oleh lapisan elite para raja dan keluarganya. Agama
Hindu yang berkembang di Indonesia sudah mengalami perpaduan dengan kepercayaan Animisme dan Dinamisme,
atau dengan kata lain mengalami Sinkritisme. Sinkritisme adalah bagian
dari proses akulturasi, yang berarti perpaduan dua kepercayaan yang
berbeda menjadi satu.
Untuk
itu agama Hindu yang berkembang di Indonesia, berbeda dengan agama Hindu yang
dianut oleh masyarakat India. Perbedaaan-perbedaan tersebut dapat dilihat
dalam upacara ritual yang diadakan oleh umat Hindu yang ada di Indonesia.
Contohnya, upacara Nyepi yang dilaksanakan oleh umat Hindu Bali, upacara tersebut
tidak dilaksanakan oleh umat Hindu di India
b. Bahasa
Wujud
akulturasi dalam bidang bahasa, dapat dilihat dari adanya penggunaan bahasa
Sansekerta yang dapat temukan sampai sekarang dimana bahasa Sansekerta
memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia.Dan istilah-istilah penting yang
menggunakan bahasa Sanskerta.
c. Organisasi
sosial kemasyarakatan
Wujud
akulturasi dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan dapat dilihat
dalam organisasi politik yaitu sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia setelah
masuknya pengaruh hindu. Pemerintahan Raja di Indonesia ada yang bersifat
mutlak dan turun-temurun seperti di India dan ada juga yang menerapkan prinsip
musyawarah. Prinsip musyawarah diterapkan terutama apabila raja tidak mempunyai
putra mahkota yaitu seperti yang terjadi di kerajaan Majapahit, pada waktu
pengangkatan Wikramawardana.
d. Bidang
Sosial
Dalam bidang sosial terjadi perubahan-perubahan dalam tata kehidupan
sosial masyarakat. Perubahan itu terjadi sebagai akibat diperkenalkannya sistem
kasta dalam masyarakat. Kasta-kasta itu diantaranya kasta brahmana, kasta
ksatria, kasta waisya kasta sudra.
e. Sistem
pengetahuan
Wujud
akulturasi dalam bidang pengetahuan, salah satunya yaitu perhitungan waktu berdasarkan
kalender tahun saka, tahun dalam kepercayaan Hindu. Menurut perhitungan satu
tahun Saka sama dengan 365 hari dan perbedaan tahun saka dengan tahun masehi
adalah 78 tahun sebagai contoh misalnya tahun saka 654, maka tahun masehinya
654 + 78 = 732 M.
f. Teknologi
Salah
satu wujud akulturasi dari teknologi terlihat dalam senibangunan Candi. Seni
bangunan Candi tersebut memang mengandung unsur budaya hindu tetapi keberadaan
candi-candi di Indonesia tidak sama dengan candi-candi yang ada di India,
karena candi di Indonesia hanya mengambil unsur teknologi pembuatannya melalui
dasar-dasar teoritis yang tercantum dalam kitab Silpasastra yaitu sebuah kitab
pegangan yang memuat berbagai petunjuk untuk melaksanakan pembuatan arca dan
bangunan. Contoh candi Borobudur salah satu dari 7 keajaiban dunia
dan merupakan salah satu peninggalan kerajaan Mataram. Itu membuktikan
masyarakat telah memiliki pengetahuan dan teknologi yang tinggi.
g. Kesenian
Wujud akulturasi dalam bidang kesenian terlihat dari seni rupa, seni
sastra, seni bangunan dan seni pertunjukan.
1. Seni
rupa
Unsur seni rupa hindu telah masuk ke Indonesia dibuktikan dengan
ditemukannya relief-relief cerita, cerita Ramayana pada candi Prambanan. Dan
sekarang relief-relief tersebut dijadikan hiasan pada bangunan, seperti yang
terdapat pada pustaka wilayah yang terdapat di provinsi Riau.
2. Seni
sastra
Bahasa sanskerta yang berasal dari India tersebut membawa pengaruh besar
terhadap perkembangan sastra di Indonesia, seperti prasasti yang ditulis dengan
huruf pallawa dan sanskerta. Tidak hanya itu kitab-kitab yang dibuat pada zaman
tersebut juga memiliki nilai sastra yang tinggi.
3. Seni
bangunan
Yang menjadi bukti berkembanngnya budaya hindu di Indonesia adalah
bangunan candi. Dasar bangunan candi merupakan hasil pembangunan bangsa
Indonesia pada zaman megalitikum yang berupa punden
berundak-undak kemudian mendapat pengaruh dari kebudayaan hindu sehingga
menjadi wujud sebuah candi.
4. Seni
Pertunjukkan
Wayang Seni pertunjukan wayang merupakan salah satu kebudayaan asli
Indonesia dan pertunjukan wayang tersebut sangat digemari terutama oleh masyarakat
Jawa. Wujud akulturasi dalam pertunjukan wayang tersebut terlihat dari pengambilan
lakon cerita dari kisah Ramayana maupun Mahabarata yang berasal dari budaya
hindu.
Dampak buruk
Dampak buruk agama hindu adalah pembagian kasta. Dalam agama Hindu,
istilah Kasta disebut
dengan Warna (Sanskerta: वर्ण; varṇa). Akar
kata Warna berasal dari bahasa Sanskerta vrn yang
berarti "memilih (sebuah kelompok)". Dalam ajaran agama Hindu, status
seseorang didapat sesuai dengan pekerjaannya. Dalam konsep tersebut diuraikan
bahwa meskipun seseorang lahir dalam keluarga Sudra (budak) ataupun Waisya (pedagang), apabila ia menekuni
bidang kerohanian sehingga menjadi pendeta, maka ia
berhak menyandang status Brahmana (rohaniwan). Jadi,
status seseorang tidak didapat semenjak dia lahir melainkan didapat setelah ia
menekuni suatu profesi atau ahli dalam suatu bidang tertentu[1].
~ 4 pembagian kasta :
1. Brahmana
Brahmana merupakan golongan pendeta
dan rohaniwan dalam suatu masyarakat, sehingga golongan tersebut merupakan
golongan yang paling dihormati. Dalam ajaran Warna, Seseorang dikatakan
menyandang gelar Brahmana karena keahliannya dalam bidang pengetahuan
keagamaan. Jadi, status sebagai Brahmana tidak dapat diperoleh sejak lahir.
Status Brahmana diperoleh dengan menekuni ajaran agama sampai seseorang layak
dan diakui sebagai rohaniwan.
2. Ksatriya
Ksatriya merupakan golongan para
bangsawan yang menekuni bidang pemerintahan atau administrasi negara. Ksatriya
juga merupakan golongan para kesatria ataupun para Raja yang ahli dalam bidang
militer dan mahir menggunakan senjata. Kewajiban golongan Ksatriya adalah
melindungi golongan Brahmana, Waisya, dan Sudra. Apabila golongan Ksatriya
melakukan kewajibannya dengan baik, maka mereka mendapat balas jasa secara
tidak langsung dari golongan Brāhmana, Waisya, dan Sudra.
3. Waisya
Waisya merupakan golongan para
pedagang, petani, nelayan, dan profesi lainnya yang termasuk bidang perniagaan
atau pekerjaan yang menangani segala sesuatu yang bersifat material, seperti
misalnya makanan, pakaian, harta benda, dan sebagainya. Kewajiban mereka adalah
memenuhi kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan) golongan Brahmana, Ksatriya,
dan Sudra.
4. Sudra
Sudra merupakan golongan para pelayan yang membantu golongan
Brāhmana, Kshatriya, dan Waisya agar pekerjaan mereka dapat terpenuhi. Dalam
filsafat Hindu, tanpa adanya golongan Sudra, maka kewajiban ketiga kasta tidak
dapat terwujud. Jadi dengan adanya golongan Sudra, maka ketiga kasta dapat
melaksanakan kewajibannya secara seimbang dan saling memberikan kontribusi.
Dalam tradisi Hindu, Jika seseorang
ahli dalam bidang kerohanian maka ia menyandang status Brāhmana. Jika seseorang
ahli atau menekuni bidang administrasi pemerintahan ataupun menyandang gelar
sebagai pegawai atau prajurit negara, maka ia menyandang status Ksatriya.
Apabila seseorang ahli dalam perdagangan, pertanian, serta profesi lainnya yang
berhubungan dengan niaga, uang dan harta benda, maka ia menyandang status Waisya. Apabila
seseorang menekuni profesi sebagai pembantu dari ketiga status tersebut
(Brahmana, Ksatriya, Waisya), maka ia menyandang gelar sebagai Sudra.